Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Marco Simic Mengutarakan Kekecewaannya Kepada Kepolisian Republik Indonesia


Nasib Liga 1 yang makin hari makin tidak jelas membuat frustasi Striker Persija Jakarta, Marko Simic. Pemain asal Kroasia itu bahkan meluapkan kekecewaannya kepada Kepolisian Republik Indonesia (Polri) karena tak memberikan izin lanjutan kompetisi. Shopee Liga 1 sampai saat ini belum menemui jadwal yang jelas untuk mengadakan pertandingan sepakbola.

PSSI dan PT LIB sangat berhati - hati dalam mengadakan pertandingan sepakbola karena belum keluarnya izin keramaian dan pertandingan dari Polri. Marco Simic sangat berharap bisa kembali mulai bermain sepak bola lagi karena menurutnya seluruh keluarga dari pemain sepakbola sangat bergantung dari gaji pemain.

Marko Simic juga menambahkan Polri bisa segera mengeluarkan izin pertandingan dan keramaian agar PSSI dan PT LIB dapat menentukan nasib kompetisi. Bahkan ia menganggap Polri sudah melanggar Hak Asasi Manusia (HAM) yang dimiliki pesepak bola yang kini kesulitan mencari nafkah seiring ditundanya kompetisi.

"Tolong kepada otoritas yang berkompeten untuk memberikan kami izin kembali memainkan apa yang paling kami sukai. Menurut pendapat saya, mereka telah melanggar hak asasi manusia kami untuk melakukan pekerjaan," tegas Simic.

Nasib Shopee Liga 1 kabarnya bakal diputuskan pada rapat Anggota Komite (Exco) PSSI yang rencananya berlangsung pada pertengahan Januari 2021. Nantinya, rapat akan memutuskan apakah kompetisi musim 2020-2021 dilanjutkan atau dihentikan secara total. Pemain Persija Jakarta sejauh ini menjadi yang paling vokal dalam mengkritisi ketidakjelasan nasib Shopee Liga 1. Marko Simic bukanlah pemain Persija pertama yang menyuarakan pendapatnya soal kompetisi.

Marc Klok dan Marco Motta sebelumnya juga sudah menyuarakan pendapat mereka mengenai ketidakpastian lanjutan kompetisi. Bahkan, Klok tak segan menuding PSSI dan PT LIB tidak memiliki profesionalisme setelah mendengar adanya rencana pembatalan musim 2020-2021.

"Mungkin dibatalkan? Ayo, kami sudah menunggu sepuluh bulan untuk kompetisi. Tapi, masih abu-abu? Masih mungkin dibatalkan?!" tulis Marc Klok dalam akun Twitternya, @marcklok10.

"Ada di mana profesionalisme? Ada di mana kejelasannya? Ada di mana keputusan, di mana kejelasan? Orang tidak punya waktu untuk menunggu lagi. Ada di mana cinta untuk sepak bola?" kata gelandang Persija Jakarta itu.

Post a Comment for "Marco Simic Mengutarakan Kekecewaannya Kepada Kepolisian Republik Indonesia"